Cara Ternak Pleci Untuk Pemula Agar Sukses dan Berhasil

Belum ada Rating

Cara Ternak Pleci Untuk Pemula Agar Sukses dan Berhasil – Cara budidaya, penangkaran atau ternak Pleci untuk pemula supaya sukses dan menghasilkan omset jutaan. Sekarang ini, tidak sedikit sekali orang-orang terutama pecinta burung yang mengawali usaha dalam penangkaran burung laksana Murai Batu, Kacer, Cucak Hijau, Lovebird dan lainnya. Namun seluruh burung tadi adalahjenis burung dengan tubuh yang besar. Bagi jenis burung Pleci dan burung mungil lainnya, penangkarannya sedikit bertolak belakang dengan burung bertype besar. Perlu kecermatan tinggi dalam mengasuh burung Pleci dan burung mungil lainnya.

Namun sebelum mengawali mencoba penangkaran atau ternak Pleci, terdapat baiknya Anda memahami betul bagaimana teknik merawat burung Pleci dengan benar sebagai pemula. Baik tersebut bagaimana teknik mempersiapkan santap pakan, minum, perawatan kandang dan hal-hal urgen lainnya. Di tulisan ini, Anda bakal dituntun teknik berternak Pleci guna pemula dengan benar mulai dari tahap mula penjodohan hingga menetas.

Proses dan CaraTernak Pleci Yang Benar :

  • Persiapan Sebelum Memulai Ternak Pleci

Pilih indukan yang berkualitas. Berkualitas yang dimaksud ialah bebas dari bahan kimia, virus, bakteri dan mesti bebas dari doping.

Indukan betina mesti 1 tahun dan lebih baik memilih yang jinak, jasmani sehat, suara merdu dan keras serta berasal dari indukan berkualitas. Dari segi fisik, kita dapat memahami kesehatan Pleci dari warna bulunya yang lebih cerah.

Indukan jantan yang baik ialah berusia 1 tahun, jinak, birahi stabil, paruh lurus, gacor, kepala lebih besar, leher berisi, mata besar, dada bidang, kaki kuat, daya rekam bagus, berdiri tegak, powerful dalam mengcekram, volume keras, dan mempunyai postur tubuh gagah.

Agar menghasilkan anakan yang berkualitas, usahakan kita memilih sepasang indukan jantan dan betina dari spesies yang sama supaya mudah dalam penangkarannya nanti.

Siapkan kandang. Dalam pemilihan kandang, Anda bisa memilih ukuran paling tidak 30 x 30 x 40 baik kandang gantung ataupun tidak. Anda pun dapat memilih kandan aviary ataupun soliter. Penempatan sarang yang baik ialah 7 cm dari atas atau atap sangkar dan dibawah sarang, letakkan tangkirangnya. Pada unsur bawah usahakan diserahkan alas laksana karpet atau Koran bekas.

Agar sang burung tidak terganggu dampak suara bising dampak Anda yang sedang beraktivitas atau orang-orang yang kemudian lalang, sebaikan kita letakkan sangkat selama 1-2 meter dari kepala Anda. Di samping itu, teknik ini pun mencegah terjadinya sanga burung diserang oleh hewan-hewan.

Anda dapat menciptakan sarang sendiri atau dapat juga beli di toko burung selama yang meluangkan sangkar. Jika hendak membuat sangkar sendiri, gunakanlah bahan bambu atau kawat ram dan beri bahan sarang yang tercipta dari kapas, rumput kering, kapuk, serat nanas atau bahan halus lainnya.

Untuk masalah pakan, Anda disarankan untuk memberi Pleci pakan yang bergizi contohnya Voer lembut dengan kandungan protein yang tinggi. Bagi pakan alami, kita dapat menyerahkan pakan Jangkrik Kecil, Ulat Hongkong baik kering atau Hongkong putih, Ulat Kandang, Pisang Kepok, Kroto, Nektar serta buah-buahan lainnya dengan potongan yang kecil.

  • Proses Dalam Penjodohan Pleci

Cara menjodohkan burung Pleci bisa Anda kerjakan dengan mudah, lumayan ikuti langkah-langkah dibawah ini. Sebelum itu, lebih baik kita meyakinkan benar apa indukan Pleci itu kualitasnya telah bagus atau tidak. Untuk menemukan indukan yang benar-benar bagus, kita dapat mengekor langkah-langkah di point yang kesatu tadi.

Pertama yang Anda mesti kerjakan dalam mengerjakan penjodohan Burung Pleci ialah mendekatkan kedua indukan sekitar satu hingga dua minggu masing-masing hari. Sembari mengerjakan pendakatan tersebut, Anda dapat memberi santap pakan hewani laksana jangkrik dan lainnya.

Di hari ke-5, pisah kedua sangkar sampai-sampai saling menyaksikan satu sama lain. Namun pemisahannya lakukan tidak boleh terlalu jauh, biarkan keduanya dapat saling mendengar. Saat kedua Pleci telah saling memanggil dengan suara lantang dan bertingkah seperti hendak mendekati, berarti penjodohan kita berhasil.

Jika kita yakin kedua indukan benar-benar telah saling suka, pada malam harinya masukkan indukan Betina ke dalam sangkar indukan Jantan. kita tunggu dan perhatikan, andai tingkah laku si Jantan laksana menggoda si Betina dengan ciri-ciri sang Jantan berkicau halus dan teler, berarti dua-duanya sudah siap guna kawin.

Namun sekitar perkawinan, terdapat satu urusan yang mesti kita pastikan dan tidak boleh sampai urusan itu terjadi. Hal itu ialah saat si Jantan terlalu motivasi dan berujung berduel dengan si Betina. Jika terjadi demikian, segera pisahkan di antara indukan Pleci supaya tak berduel lebih lanjut. Setelah tersebut lakukan point ke-2 mulai dari awal, tetapi sebelum tersebut diamkan terlebih dahulu kedua Indukan Pleci ini sekitar 3 hari supaya tak berduel kembali.

Tanda-tanda Pleci yang Birahi:

Kedua indukan saling acuh tak acuh.

Keduanya saling melompat-lompat atau menggaruk bulu/Merapikan bulu.

Si Jantan ngeriwik lantas didis.

Indukan Betina tenang dan si Jantan hendak naik.

Indukan Jantan naik turun, dan Betina ngeriwik.

Tubuh tidak banyak bergetar ketika si Jantan naik dan terdiam sebentar.

Jika perilaku ini sudah berulang dilakukan, seringkali dua Indukan ini sudah mengerjakan perkawinan.

Trik lain guna mengsukseskan proses perkawinan ialah dengan meluangkan pakan didalam sangkar laksana Voer campur buah-buahan serta ulat hongkong. Sediakan pun air mandi, air minum, vitamin dan taruh pada dua wadah yang terpisah.

  • Proses Setelah Pleci Kawin Sampai Mengerami Telur

Setelah kedua Pleci kawin, indukan Betina akan mengindikasikan tanda-tandanya guna bertelur. Proses bertelur memakan masa-masa 2 minggu dan bisa bertelur sejumlah 1 hingga 4 butir. Namun satu urusan yang sangat diacuhkan dalam proses bertelur, andai se Betina enggan mengerami telurnya, segera ambil tindakan mengalihkan telur dengan cara Inkubator.

Jika si Jantan mengganggu si Betina dalam mengeram, kita boleh sisihkan si Jantan dari si Betina dengan teknik memindahkan ke sangkar yang lain. Namun andai si Jantan tak menganggu, Anda dapat saja tak memindahkannya.

Jika terjadi sesuatu laksana telur pecah, anak mati, telur tak menetas dan segala macam urusan yang tak diinginkan, sang Indukan Betina bakal kembali bertelur di priode selanjutnya yakni pada hari ke-7 atau sesudah 7 hari dari priode kesatu.

  • Cara Perawatan Pleci yang Sudah Menetas

Saat telur Pleci Anda sukses menetas dengan selamat, siapkan sejumlah pakan eksklusif kaya bakal gizi dan nutrisi dengan protein tinggi. Jangan hingga memberi santap anak Pleci terlambat sebab sang induk akan melemparkan anaknya. Induk beranggapan karena pakan guna anaknya taka da, maka induknya lantas membuangnya.

Anda mesti full memerhatikan sang bayi Pleci sekitar 5 hari kesatu. Karena untuk burung, 5 hari kesatu sesudah menetas ialah masa-masa kritis. Jika telah terlewati, Anda bisa memeliharanya laksana anakan Pleci lainnya yaitu mengisi asupan pakan Jangkrik potongan kecil dan makanan hewani lainnya.

Untuk menciptakan sang anakan menjadi jinak dengan mental kuat, Anda dapat mengikuti trik kecil yaitu mengasingkan anakan dari indukan ketika anakan masih berumur 11 hari. Tapi Anda mesti siap menggantikan peran Indukan dalam mengasuh anakan hingga dewasa dan mempunyai mental yang kuat.

Tips Cara Ternak Pleci Mudah Bagi Pemula :

Langkah-Langkah Ternak Pleci

Pastikan Indukan burung Pleci kita sudah lumayan umur. Bagi memilih indukan Jantan, pilihlah ang telah ngerol dan untuk Betina, pilihlan indukan dengan reproduksi baik dan matang.

Dalam masa penjodohan, letakkan si Jantan dan Betina dalam satu sangkar yang berbeda. Kemudian dekatkan sangkar tersebut sekitar satu minggu. Jika mereka mulai saling memanggil satu sama lain, masukkan si Jantan dan Betina dalam satu sangkar yang lebih banyak untuk mengawali proses perkawinan. Bagi menunjang proses perjodohan atau perkawinan, siapkan sangkar yang benar-benar bagus serta mempunyai pakan, air minum dan sarang didalamnya.

Saat fase pengeraman, Indukan Betina masuk dalam fase puncak birahi dan dalam 2 minggu, indukan bakal bertelur lantas akan menetas dalam 12 hari.

Dalam pemberian pakan, kita dituntut mesti konsisten dalam menyerahkan pakan yang benar-benar kaya akannutrisi, gizi dan protein. Makanan yang pas dan digemari Pleci antara lain ialah Kroti, Jangkrik dicukur kecil, Ulat Hongkong, Pisang Kepok serta buah-buahan.

Dalam waktu perawatan, kita dapat mengasingkan si Jantan dan Betina andai Anda memandang kebersamaan mereka tersebut mengganggu dalam perawatan, khususnya andai si Betina sedang bertelur. Saat pagi hari, Anda bisa memasukkan si Jantan pulang dalam sangkar Betina. Disini Anda diwajibkan cerdik dalam mengurus waktu supaya perawatan serta masa pengeraman yang kita rencanakan dapat berlangsung baik dan baik guna si induk.

Anda bisa menjadikan cara-cara diatas sebagai panutan dalam teknik ternak Pleci yang benar, baik mengasuh anakan dan indukan. Beberapa urusan yang mesti diketahui dalam ternak Pleci ialah sabar, teliti dan hati-hati. Jika kita salah dalam perawatan Pleci, urusan terjelek yang dapat terjadi ialah Pleci menghasilkan anakan yang tidak berhasil  dan urusan tersebut menjadi momok para penangkaran Pleci. Semoga informasi tentang carai ternak Pleci dengan benar ini bisa bermanfaat.

Rating